Langsa – Prodi Biologi kembali menorehkan prestasi tingkat nasional. Kali ini, tiga orang mahasiswa menjadi penerima Program Talenta Inovasi Indonesia TA 2021 Gelombang I. Program ini diusung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Tiga mahasiswa tersebut yaitu Ramaidani, Sry Wahyuni, dan Yesika Rumondang Sitorus. Dua orang pertama mengusulkan program penelitian sebagai bagian tugas akhir berupa penelitian etnobotani di Aceh. Sementara itu, Yesika sedang mengkaji tentang pemanfaatan andaliman (Zanthoxylum acanthopodium).

Ramaidani, yang akrab dipanggil Amai, mengkaji tentang pemanfaatan tumbuhan pangan liar di Lokop, Aceh Timur. Kawasan ini merupakan salah satu lokasi pedalaman yang kaya akan pengetahuan tumbuhan pangan lokal. Kawasan yang penduduknya mayoritas Suku Gayo ini belum banyak, atau bahkan belum pernah, dikaji oleh peneliti.

Masih dalam bidang etnobotani, Sry Wahyuni yang akrab dipanggil Ayu, mengkaji tentang pemanfaatan tumbuhan obat di Desa Tampeng, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues. Berencana melakukan kegiatan di kawasan pegunungan, penelitian Ayu diharapkan bisa menjadi pioner dalam rangka pelestarian budaya lokal terutama terkait tumbuhan obat. Terlebih lagi, sebagai salah satu putra/i daerah, penelitian itu akan menjadi suatu kontribusi yang sangat berharga.

Mahasiswa ketiga adalah Yesika yang meneliti tentang pemanfaatan andaliman, salah satu tumbuhan ikonik di Provinsi Sumatera Utara. Ia mempelajari fungsi andaliman sebagai pengawet alami dalam makanan tradisional bernama Dengke Naniura, suatu makanan khas di etnis Batak Toba. Untuk informasi, Dengke Naniura merupakan makanan dengan bahan dasar ikan mas.

 


Berikut ini dilampirkan berkas asli pengumuman dari Kemendikbudristek.

 

Sumber foto: Kemendikbudristek.
2 1 nilai
Penilaian artikel
Berlangganan
Notifikasi dari
guest
1 Komentar
Terlama
Terbaru Paling banyak di-voting
Umpan balik per baris
Tunjukkan semua komentar
Azli

Mantap