Langsa – Pada Jumat, 05 November 2021, Prodi Biologi kembali menggelar kuliah tamu dengan narasumber Arifin Surya Dwipa Irsyam. Ia merupakan seorang kurator dari Herbarium Bandungense (FIPIA), Institut Teknologi Bandung. Kuliah yang digelar daring ini adalah bagian dari pelaksanaan kuliah Sistematika Tumbuhan Tingkat Tinggi yang diampu oleh Ibu Zidni Ilman Navia dan Bapak Wendy Achmmad Mustaqim. Peserta mendapatkan bekal mengenai apa itu spesimen herbarium, mulai dari pembuatan, manfaat, dan juga menyaksikan virtual tour Herbarium Bandungense.

Arifin, begitu sapaan akrab narasumber, menyampaikan berbagai petunjuk tentang pentingnya herbarium. Herbarium dapat diartikan sebagai lembaga penyimpan spesimen tumbuhan atau spesimen tumbuhan yang dipreservasi, baik kering atau basah. Lebih lanjut, ia juga menjelaskan tentang koleksi karpologi, atau koleksi buah-buahan.

Beberapa manfaat herbarium diterangkan oleh narasumber mulai dari perannya sebagai bukti ilmiah keanekaragaman hayati tumbuhan, hingga sarana untuk pendidikan, tidak hanya untuk mahasiswa, namun juga masyarakat awam. Tidak hanya untuk identifikasi, ia juga menjelaskan beragam kegunaan herbarium dalam pengembangan ilmu sistematika. Tidak jarang, bahkan sangat dianjurkan, data tentang nama lokal dan pemanfaatan suatu tumbuhan juga dicantumkan. Pencantuman data-data itu diletakkan dalam sebuah etiket.

Spesimen herbarium ini apabila dirawat dengan tepat dapat berumur hingga ratusan tahun. Untuk mencapai kondisi tersebut, narasumber menjelaskan tentang bagaimana spesimen kering tumbuhan itu perlu diperlakukan. Spesimen yang sudah dibuat harus disimpan dalam ruangan khusus. Beberapa syaratnya antara lain suhu ruangan sekitar 20 derajat Celcius, fumigasi setiap enam bulan, pembekuan (freezing) untuk membasmi jamur, hingga pemberian naftalen pada rak-rak lemari penyimpanan.

Setelah mengisi materi, mahasiswa dibawa ke dalam acara virtual tour herbarium. Sambil mengelilingi ruangan herbarium, narasumber memperlihatkan berbagai macam contoh herbarium, penataan, bentuk rak, meja pengamatan, contoh-contoh spesimen yang menarik, dan lain sebagainya. Ia juga memperlihatkan salah satu polong terbesar yang ada di Indonesia, Entada phaseoloides, yang ukurannya mencapai tangan orang dewasa.

Suasana virtual tour Herbarium Bandungense.

 

Suasana foto bersama di akhir perkuliahan

 

Rangkaian acara kuliah tamu diikuti oleh mahasiswa dengan sangat baik. Di akhir acara, Arifin memberikan pesan tentang banyak hal terkait apa yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dengan adanya herbarium. Ini melengkapi beberapa poin yang menjadi penekanan, terutama terkait krusialnya herbarium dalam penelitian-penelitian terkait di Prodi Biologi. Dan tentunya, herbarium merupakan suatu komponen kunci dalam mewujudkan visi misi Prodi Biologi untuk mengungkap keanekaragaman hayati Sumatera.

 

5 1 nilai
Penilaian artikel
Berlangganan
Notifikasi dari
guest
0 Komentar
Umpan balik per baris
Tunjukkan semua komentar