Narasumber, Hendris Wongso, Ph.D, sedang memulai penyampaian materi kuliah tamu.

Langsa – Telah dilaksanakan acara kuliah tamu bertema Perkembangan IPTEK Nuklir di Bidang Biologi dan Kesehatan secara online pada Rabu 7 April 2021. Kegiatan diselenggarakan oleh Prodi Biologi Universitas Samudra dengan narasumber Hendris Wongso, peneliti dari Pusat Sains dan Teknologi Terapan, Badan Tenaga Atom Nasional, Bandung.

Tema tentang nuklir yang diusung ternyata memberikan rasa ingin tahu dari kalangan yang cukup banyak. Terbukti, peserta kuliah yang bergabung tidak hanya dari Aceh, tetapi tersebar dari kawasan Sumatra lainnya, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Dosen, peneliti, mahasiswa, dan bahkan guru SMA pun mendaftar dalam acara ini. Kondisi ini mendapatkan apresiasi yang baik dari Koordinator Program Studi Biologi Universitas Samudra, yang mengawali acara kuliah tamu dengan sambutan singkat.

Selama acara, Hendris menjelaskan dengan sangat menarik kondisi terkini penelitian nuklir di Indonesia serta peran nuklir dalam bioteknologi. Sebagaimana mungkin juga kita ketahui bersama, Hendris menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat beberapa fasilitas penelitian, termasuk beberapa reaktor salah satunya reaktor Triga yang terdapat di BATAN, kota Bandung.

Jika kita sering mendengar nuklir selalu dikaitkan dengan senjata atau nuklir, maka Hendris selaku narasumber berhasil memberikan informasi terpendam mengenai peran nuklir yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Di bidang kesehatan misalnya, terapi penyakit ternyata dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi nuklir. Radiofarmaka, salah satu teknologi kesehatan yang didukung oleh nuklir, juga dibahas di dalam kuliah tersebut.
Selain itu, di bidang biologi, Hendris juga menjelaskan teknologi nuklir yang dapat digunakan untuk membuat varietas atau kultivar unggul tanaman budidaya. Tidak hanya itu, penerapan teknologi nuklir ternyata juga telah dan sedang dilakukan pada pemberantasan hama.

Salah satu contoh penerapan untuk pemberantasan hama yaitu pembuatan serangga mandul. Serangga yang telah diberikan perlakuan selanjutnya dilepaskan ke lahan pertanian. Akibat kemandulan tersebut, serangga di lahan pertanian tidak akan dapat menghasilkan keturunan dan ini akan menurunkan jumlah hama yang ada.
Di akhir sesi, Hendris menyampaikan penjelasan mengenai aturan umum dalam aktivitas terkait nuklir. Ia menerangkan mengenai prosedur teknis hingga penggunaan alat-alat termasuk alat pelindung diri (APD).

Hendris juga menyampaikan bahwa lembaga penelitiannya membuka peluang untuk kunjungan mahasiswa atau pengunjung dari lembaga lain. Penelitian mulai dari PKL, pengerjaan tugas akhir seperti skripsi, tesis, atau disertasi. Namun demikian, Hendris menekankan bahwa pada masa pandemi, jumlah kunjungan dan mahasiswa dibatasi kuotanya.

Antusiasme peserta, bahkan juga panitia sendiri, cukup besar. Ini ditandai dengan suasana diskusi yang cukup interaktif. Sejumlah pertanyaan disampaikan oleh peserta. Mulai dari pertanyaan umum seperti kendala pengembangan atau penelitian nuklir di Indonesia, hingga pertanyaan spesifik seperti tingkat keberhasilan penerapan nuklir.

Hendris menekankan potensi nuklir yang tinggi ini belum terdukung sepenuhnya didukung oleh pemegang kebijakan. Pemegang kebijakan energi nasional yang belum memprioritaskan nuklir dibandingkan sumber energi lain menjadi salah satu yang utama. Ia menyampaikan bahwa faktanya memang nuklir secara teknis belum terlalu diperlukan. Selain itu masyarakat juga belum menyetujui sepenuhnya pengembangan nuklir di Indonesia. Meskipun demikian, peningkatan jumlah antusiasme masyarakat sudah mulai meningkat.

Peserta yang sedang mengikuti acara kuliah tamu.

Acara yang berlangsung tertib ini diikuti oleh lebih kurang 90 peserta. Tanggapan datang salah satunya dari Riko Irwanto, dosen dari Universitas Bangka Belitung. Selain pertanyaan tentang data nuklir di Bangka Belitung, ia juga menyampaikan apresiasinya. “Terima kasih Pak Hendris dan panitia. Ilmunya sangat bermanfaat,” tuturnya melalui room diskusi yang disediakan oleh panitia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *